[PUISI] MAAF

Selamat ulang tahun, ku ucapkan dari hati yang terdalam teruntuk sahabat terbaikku—sejauh ini aku menganggapmu sebagai sahabat terbaikku, karena kamu adalah kamu.

Aku tidak tahu tanggal ulang tahunmu, ya tepatnya lupa, mohon maaf karena aku tak bisa mengingatnya. Aku rasa hari ini, esok, atau mungkin lusa? Entah lah.

Doaku, semoga semua harapanmu dapat tercapai, satu persatu, ataupun dua perdua, tiga pertiga, bahkan empat perempat sekaligus, yang penting dirimu selalu bahagia, walau makna bahagia memang rumit dan sangat luas, namun aku harap kamu mengerti apa definisi bahagia.

Aku yakin, kamu akan menjadi pribadi yang lebih dewasa dibanding hari-hari yang sebelumnya. Aku selalu berdoa, apalagi Bunda, pasti dia selalu berdoa, pun orang-orang yang menyayangi dan kamu sayangi, mereka akan selalu berdoa untukmu, maka kucukupkan, sedikit ucapan yang hanya bisa kusampaikan dengan tulisan, bukan dengan lisan, ataupun dengan genggaman, bahkan bukan pelukan. Selamat mengulang tanggal kelahiranmu. Selamat!

@krenyesh

[PUISI] Selamat Ulang Tahunmu

Tuhan amatlah baik

memberi nafas setiap umatnya

memberi usia setiap umatnya

memberi batasan besar setiap umatnya.


Tak ada yang mampu ku ucap

seiring doa yang terpanjat

seiring nafas yang menghembus

seiring kasih sayang yang mengalir.


Hanya ini . .

sebuah puisi singkat

tentang hari terbaik untukmu.


Setiap waktu yang berjalan

menghabiskan sumbu usia.

Setiap langkah kaki

menuju sebuah ruang atmosfer.


Takdir yang telah mempertemukan

waktu yang telag membuktikan

Tuhan yang memutuskan

apa yang akan terjadi setelahnya.


Terima kasih . .

kepada Tuhan yang telah membuatmu terlahir

kepada Ayah yang telah membuat Ibu mengandung

kepada Ibu yang telah melahirkanmu.


Selamat ulang tahun

ucapan yang sering terdengar

kalimat sederhana

yang selalu diiringi dengan harapan.


Pun dengan saat ini

bersamaan dengan jemariku

bersamaan dengan hembusan nafasku

bersamaan dengan rasa sayangku.


Hari terbaikmu.

Selamat ulang tahunmu.

Kebahagiaan selalu di dekatmu.

Dariku, yang menyayangimu.


(Bek, Januari 2017)



[PUISI] DETAK MENUNGGU DETIK

Kamu tahu kapan saat terindah menurutku?

Saat terindah menurutku adalah ketika aku bangun tidur, lalu membuka kedua mataku, dan aku teringat bahwa aku masih memilikimu. Walau tak sepenuhnya—ya, karena aku tak bisa sejauh itu dalam hal kepemilikan yang menyangkut tentang dirimu.

Kadang aku tak mau membuat rumit semua ini, aku selalu berkata pada diri sendiri “Yasudah, jalani saja, biar waktu yang menjawab, takdir Tuhan yang menentukan.”

Sampai kapan yah seperti ini? Aku merasa, aku tak bisa melepaskan dirimu. Aku belum mampu—sejauh ini menurut perasaanku, aku tak akan pernah mampu. 

Maaf karena aku telah mengikat dirimu dengan ikatan yang tak kuat namun cukup mencekat, aku tak pernah bermaksud, sungguh. Cintaku berusaha mendekapmu dengat hangat, tepat, dan selalu ada setiap saat. Aku mencintaimu tanpa harus tahu apa yang selanjutnya akan terjadi, karena aku mencintaimu sejak dulu, kini, dan seterusnya. Iya, sampai waktu yang menjawab. Jika kau akan tanya kapan waktu akan menjawab? Maka aku akan membuat waktu menjadi bisu, agar kau dan aku tak terikat oleh waktu.

@krenyesh

[PUISI] Memutuskan

Bukan tak mau berpindah, hanya saja aku masih merasa susah.

Bukan kah aku payah?

Iya, aku memang payah.

Entah sampai kapan aku akan selalu gundah.

Sedangkan kau, disana, sama sekali tak pernah resah.

 

Salam hangat dari aku, seorang perempuan yang cintanya sudah tak merekah.

@krenyesh

[PUISI] PADU

Ku ucapkan terima kasih dari hati yang terdalam karena telah membuatku merasa dicinta.

Bukan berupa tindak nyata, hanya khayalan ku semata, tapi rasa dengan pasti tercipta.

Rasa, cinta, di antara kita berdua.

Kita yang sampai saat ini sama-sama untuk menolak gejolak yang membara, dengan cara membatasi setiap sekat yang mendesak.

Batas atas suatu yang tak jelas.

Membuat kita meracau tak terkira.

Bahkan hidup pun terkekang dan nelangsa.

Sialnya, semakin lama semakin kita merasa menyatu, kita malah terlena akan hal yang tak nyata, terutama aku.

@krenyesh

[PUISI] Manusia Tidak Mengerti

Terkadang tugas umat manusia hanya untuk saling mengerti satu dengan yang lain. Tanpa harus basa-basi yang tak pasti, tanpa harus memasang senyuman manis di bibir namun di hati mencibir, tanpa harus mengangguk iya, namun di kepala menggeleng tidak. Percaya lah, kita hanya harus saling mengerti satu dengan yang lain.

Saat ini toleransi pun sudah tak dihargai, banyak yang tersakiti, dan banyak yang tak peduli. Kapan kah kita dapat saling mengerti? Bahwa perbedaaan lah yang memecah belah diri kita sendiri. Akan kah kita dapat bersatu kembali?

Tidak butuh alasan agar dapat bersama, tak perlu visi misi sampah yang sok merangkul semua, tak butuh janji-janji palsu yang dibuat hanya untuk diingkari. Percaya lah, kita hanya butuh rasa saling mengerti.

@krenyesh

[PUISI] Tidak Sejauh Itu

Aku tidak pernah berpikir tentang bagaimana caranya bulan dapat mencintai matahari. Bagaimana rasanya mencintai hal yang tak dapat dimiliki? Bagaimana rasanya mencintai sosok yang tak dapat disentuh? Diraih? Dipeluk? Pun sangat amat jauh dari jangkauannya.

Bahkan kehadirannya hanya samar-samar, tak terasa, semu berbayang, jua tak nampak jelas untuk dinikmati. Banyak penghalang besar di antara keduanya.  Sekat dengan jelas terlalu sadis membatasi. Membuat mereka lemah, hancur, dan frustasi. Sehingga pada akhirnya bulan pun mati.

@krenyesh

 

[PUISI] LORONG NOSTALGIA

Apa rasanya mengagumi tapi tidak diketahui?
Ketika ia melewati koridor itu, dengan sekejap ia tahu bahwa ada pria yang ia kagumi sedang berbicara dengan orang lain di sana.

Derap langkah kakinya tak senada dengan degup jantungnya, ia percepat langkahnya namun tetap terasa lambat.

Wanita itu tertunduk malu, tak berani menatap yang sebenarnya ingin ia tatap. Wanita itu gugup, ia kepalkan tangannya sembari sedikit berlari sehingga mengibaskan rambutnya yang lurus dan hitam pekat.

Tepat.

Pada saat ia melewati pria itu, tak sengaja pria tersebut melihat ke arah wanita tersebut, dan segera membisikan sesuatu di lubuk hatinya.

“Entah keberapa kalinya aku melihat dia, sangat manis, ku harap suatu saat tatapan aku dan dia dapat bertemu.”

@krenyesh